Artikel

Mendobrak Pintu Keajaiban

Apakah aku mampu? Apakah aku bisa melewati ujian ini? Itu begitu sulit bahkan sangat sulit. Acap kali kita terus berpikir demikian, penuh dengan kecemasan, kegelisahan yang tiada ujungnya.Sobat Quran, bukankah kita punya Allah yang Maha Segalanya? Bukankah Allah yang Maha Merajai? Bukankah bumi dan jagat raya ini hanya milik Allah?. Kenapa menjadi bingung, gelisah ketika kita diuji seolah kita tidak percaya atas keajajiban Allah.

بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
 
 
Badī`us-samāwāti wal-arḍ, wa iżā qaḍā amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn.
 
 
Artinya: "Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia" (QS. Al-Baqarah : 2/17 ) 
 
Sobat Quran, ketika kita hanya fokus pada masalah bukan pada solusi maka tidak akan ada yang kita kerjakan tetapi, kita hanya akan disibukkan dengan hal-hal yang sia-sia. Tetapi ketika kita fokus sama solusi dan terus berkonsultasi dengan Allah lewat sholat maka yang akan kita kerjakan adalah sebuah kebaikan.
  
Sedih karena sempitnya rezeki, banyaknya lilitan hutang, diuji dengan penyakit dan lain sebagainya. Perhatikan Sobat Quran, Allah berfirman 
 
Surat Hud ayat 6: “Dan tidak ada satupun hewan melata di muka bumi ini, kecuali rezekinya telah ditetapkan oleh Allah. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”
 
Ayat tersebut jelas diterangkan bahwa Allah memang adalah pemilik dari segala rezeki. Di dalam surat Hud tersebut bahkan Allah SWT secara gamblang menegaskan bahwa binatang melata sekalipun diberikan-Nya rezeki, apalagi kita sebagai manusia. Maasyaallah
 

Al-An’am ayat 151: “…Dan janganlah kamu membunuh anak – anakmu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan juga kepada mereka…”

Kesimpulannya, keyakinan mengenai rezeki di tangan Allah adalah keyakinan yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, tanpa terkecuali. Kaum muslim juga harus yakin bahwa segala sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT, baik berupa materi maupun non – materi adalah murni pemberian-Nya bukan semata – mata hasil dari usaha kita.

Pekerjaan yang kita lakukan bukanlah penyebab datangnya rezeki namun hanya merupakan satu media agar Allah berkenan untuk memberikan sedikit yang dimiliki-Nya kepada kita.

Meski demikian, kita sebagai manusia juga tetap diwajibkan untuk tetap berusaha sekuat tenaga dalam upayanya mencari ridho Allah. Jadi, dalam hal ini manusia juga sekaligus diwajibkan untuk selalu bersikap tawakal dan istiqomah, dalam artian mengembalikan segala sesuatunya hanya kepada pemilik alam semesta ini, yaitu Allah SWT.